Khasiat :
√ Penjaga saluran pencernaan dan anti mual
Manfaat jahe untuk kesehatan memang tidak diragukan lagi. Beragam penelitian ilmiah telah dilakukan, hasilnya sungguh mengagumkan. Umbi jahe terbukti barkhasiat sebagai karminativum atau dapat merangsang keluarnya gas dari perut sehingga mampu mengobati masuk angin. Sifatnya yang menghangatkan tubuh juga dipercaya mengurangi rasa mual, batuk dan gejala flu ringan.
Penelitian lain menyebutkan, kandungan enzim protease dan lipase yang terkandung dalam jahe berfungsi memecah protein dan lemak. Enzim inilah yang membantu mencerna dan menyerap makanan sehingga meningkatkan nafsu makan. Jahe melindungi system pencernaan dengan cara menurunkan keasaman lambung. Aseton dan methanol dalam rimpang jahe mencegah terjadinya iritasi dan nyeri lambung disepanjang saluran pencernaan. Jahe menghambat produksi prostaglandin, hormone dalam tubuh yang dapat memicu peradangan.
√ Merangsang ereksi
Rajin mengkonsumsi jahe juga merangsang pelepasan hormone adrenalin yang dapat memperlebar pembuluh darah sehingga tubuh menjadi hangat, darah mengalir lebih lancar dan tekanan darah menurun. Disamping itu senyawa cineole dan arginine yang terkandung dalam rimpang jahe mampu membantu mengatasi ejakulasi premature.
√ Antiangiogenesis
Senyawa aktif paling berpengaruh, gingerol, hanya terdapat pada jahe merah. Fungsi lain efek antiangiogenesis alias penghambatan peredaran darah tumor sehingga sel tumor atau kanker terhambat pertumbuhanya.
√ Antipembengkakan
Campuran jahe merah, minyak kayu putih, bawang merah, bawang putih, dan sereh juga mampu mengatasi nodul pita suara, yaitu pertumbuhan massa atau pembengkakan pada pita suara yang disebabkan pemakaian suara berlebih. Timbulnya penyakit ini sering tidak disadari oleh penderitanya. Gejalanya, kualitas suara menurun, suara serak, dan penderita tidak sanggup berbicara terus dalam waktu lama. Jika dibiarkan nodul bisa berkembang menjadi kanker pita suara. Dalam dunia kedokteran konvensional, nodul diatasi dengan operasi pengangkatan.. alternative campuran jahe merah dan kawan-kawannya bisa dicoba lantaran memberikan efek anti pembengkakan pada nodul. Jahe juga berkhasiat antioksidan, penghambat reaksi oksidasi dalam tubuh yang menyebabkan berbagai penyakit kronis seperti jantung koroner dan stroke.
Riset Kiuchi dan rekan dari Faculty of Pharmaceutical Sciences, University of Tokyo, Jepang, ekstrak jahe terbukti menghambat biosintesis prostaglandin dan leukotrien- mediator terjadinya pembengkakan-menurun.
Gingerol, salah satu bahan aktif dalam jahe mampu melawan arachidonate 5-lipoxyenase, enzim yang berperan dalam biosintesis leukotrien. Kandungan shogaol dalam jahe juga memberikan efek analgesic. Kedua zat ini, gingerol dan shogaol, efektif mengurangi rasa sakit dan bengkak pada peradangan.
√ Antirematik
Jahe membantu mengurangi rasa sakit akibat rematik dengan jalan menghambat pembentukan sikloksigenase dan lipooksigenase.
√ Antiinflamasi (Mengurangi Pembengkakan)
Dari hasil percobaan secara Invitro terbukti jahe berperan sebagai agen antiinflamasi. Senyawa yang berperan penting dalam aktivitas ini adalah 8-paradol dan 8-shogaol. Kedua senyawa ini menghambat kerja enzim dalam siklus sikloksigenase 2 (COX 2)—penyebab inflamasi.
√ Antikanker
Aplikasi 6-gingerol pada sel leukemia (HL-60) dalam kondisi labboratorium menunjukan penghambatan sintesis DNA dan daya hidup sel kanker. Senyawa aktif dalam jahe itu mendorong terjadinya apoptosis sel leukemia.
√ Peluruh
Jahe bisa berperan sebagai agen aborsi, bersifat menggugurkan kandungan. Oleh karena itu sebaiknya ibu hamil berhati-hati mengkonsumsinya
√ Hipoglikemik
Dalam beberapa penelitian secara in vivo, jahe memiliki sifat hipoglikemik, menurunkan tekanan darah. Senyawa yang berperan dalam hal ini adalah oleo-resin dan shogaol
Kemasan : Plastik/karung, menyesuaikan kebutuhan
